Dolar Amerika Serikat kian melemah pada Selasa (27/10) petang terhadap sejumlah mata uang setelah data ekonomi regional yang kuat sedikit membantu mengurangi kekhawatiran yang timbul dari terus bertambahnya jumlah kasus covid-19 di Eropa dan Amerika Serikat.Indeks dolar AS makin turun 0,17% di 92,882 menurut data Investing.com pukul 13.22 WIB. EUR/USD menguat 0,22% di 1,1834 dan GBP/USD naik 0,15% di 1,3043. USD/JPY turun 0,13% ke 104,69.Sedangkan rupiah tetap melemah 0,10% di 14.645,0 per barel sampai pukul 13.25 WIB.Keuntungan perusahaan industri di Cina meningkat selama lima bulan berturut-turut pada September dan ekonomi Korea Selatan juga kini kembali bangkit, data resmi menunjukkan sebagaimana yang dilaporkan Reuters Selasa (27/10) petang.Data tersebut mendorong pergerakan positif mata uang aset berisiko dan memperlemah dolar AS meski ada lonjakan kasus covid-19 global.“Data perdagangan di Asia telah meningkat. Mayoritas negara sekarang melaporkan pertumbuhan ekspor tahun ke tahun yang positif. Untuk saat ini, hal itu membantu mengimbangi kekhawatiran pasar terhadap masalah covid-19 di Eropa,” kata kepala riset Asia ANZ, Khoon Goh.Christopher Wong, ahli strategi FX senior di Maybank (JK:BNII) di Singapura, mengatakan penanganan yang baik di kawasan terhadap pandemi virus, utamanya di Asia Utara, juga menjadi faktor positif penunjang pasar. Jumlah gabungan kasus baru covid-19 di Jepang, Singapura, Korea Selatan, dan Cina tercatat lebih rendah dari seribu sehari selama Oktober.Angka itu dapat pula dibandingkan dengan Amerika Serikat, Rusia dan Prancis, yang semuanya mencapai rekor baru dengan merilis puluhan ribu infeksi harian baru covid-19 pada minggu ini.