Dolar Amerika Serikat terus turun pada Rabu (25/11) pagi di tengah kemajuan pengembangan vaksin virus dan ekspektasi dorongan fiskal dari pemerintah baru AS mendorong peralihan arus dana dari greenback ke aset berisiko.Indeks dolar AS turun 0,16% ke 92,073 menurut data Investing.com pukul 11.02 WIB. EUR/USD naik 0,16% ke 1,1907 dan GBP/USD naik tipis 0,01% di 1,3357. USD/JPY naik tipis 0,06% di 104,50.Adapun rupiah turun 0,11% di 14.155,0 per dolar AS sampai pukul 10.54 WIB.Mengutip laporan yang dilansir Reuters Rabu (25/11), penurunan dolar AS kemungkinan akan berlanjut karena sentimen vaksin dan pencalonan mantan Ketua Federal Reserve Janet Yellen sebagai menteri keuangan pilihan Joe Biden.Penelitian menunjukkan bahwa vaksin covid-19 dapat tersedia sebelum akhir tahun telah mendorong saham-saham AS menguat dan mengurangi daya tarik untuk dolar AS sebagai mata uang safe haven.Indeks S&P 500 berjangka makin bergerak menguat 0,29% di 3.643,12 pukul 11.08 WIB.Minat risiko pasar juga meningkat setelah pemerintahan Presiden AS Donald Trump mulai bekerja sama dengan transisi pemerintahan Biden, dan setelah laporan bahwa Yellen, menganggap perlunya belanja fiskal besar, akan mengambil posisi teratas di Departemen Keuangan AS.