eInvesting.com - Dolar Amerika Serikat masih beranjak turun pada Selasa (15/12) petang  dengan sedikit berita yang muncul menantang narasi dominan pelonggaran kebijakan AS mendukung pemulihan ekonomi global tahun depan.Pada pukul 16.39 WIB, indeks dolar AS turun tipis 0,06% ke 90,602 menurut data Investing.com. Adapun USD/JPY naik tipis 0,06% di 104,10 dan EUR/USD menguat 0,12% di 1,2158. Sedangkan AUD/USD melemah 0,17% di 0,7524.Di Indonesia, rupiah (USD/IDR) bergerak menguat 0,36% di 14.120,0 per dolar AS hingga pukul 14.59 WIB.Stimulus virus di AS untuk membantu bisnis dan rumah tangga yang terdampak pandemi masih menghadapi kesulitan lolos ke Kongres AS. Tetapi anggota parlemen AS sekarang berbicara tentang membagi RUU stimulus senilai $908 miliar menjadi dua bagian sehingga teorinya akan membuatnya lebih mudah lolos dari kedua pihak.Bagian pertama proposal akan mencakup dana senilai $748 miliar yang memiliki dukungan bipartisan termasuk bantuan untuk distribusi vaksin dan tunjangan pengangguran. Serta lainnya yang lebih kontroversial yakni senilai $160 miliar untuk dukungan negara bagian dan lokal serta perlindungan sementara untuk kewajiban Covid-19.Kongres AS akan menggelar reses pada hari Jumat, jadi waktunya terbatas.Federal Reserve memulai pertemuan kebijakan terakhir tahun 2020 pada hari Selasa dan akan berakhir pada hari Rabu, dengan ekspektasi yang berkembang bahwa bank sentral tersebut akan meningkatkan program pembelian obligasi di tengah fokus ke Kongres AS dan kasus Covid-19 terus meningkat sehingga memicu lebih banyak tindakan pembatasan.Selain itu, “The Fed kesal dengan keputusan Steve Mnuchin untuk memveto perpanjangan langkah-langkah krisis dan ini mungkin alasan terbaik yang mengharapkan Fed bisa menambahkan stimulus melalui operasi pasar meskipun beberapa anggota FOMC mengakui prospek jangka menengah yang lebih cerah,” kata analis Nordea Andreas Steno Larsen, dalam catatan riset.GBP/USD turun tipis 0,03% ke 1,3318 setelah pengumuman data pengangguran.Selain itu, negosiator Uni Eropa Michel Barnier mengatakan bahwa untuk menyegel pakta perdagangan dengan Inggris masih dimungkinkan setelah perundingan diperpanjang melewati batas waktu yang diberlakukan pada hari Minggu guna mencoba dan mencapai kesepakatan Brexit.Jika kesepakatan perdagangan tidak dicapai pada akhir tahun, pergerakan bebas barang, jasa, orang, dan modal di antara dua zona tersebut akan berakhir tiba-tiba. Ini berpotensi memengaruhi sekitar $1 triliun nilai perdagangan tahunan.“Data pemosisian FX menunjukkan pemangkasan substansial dari net short GBP, tetapi tidak mencerminkan pergeseran ke situasi pasar yang lebih pesimis soal Brexit. Bahkan jika beberapa posisi jual GBP telah dibangun kembali dalam beberapa hari terakhir, pemosisian hampir tidak akan memberikan penyangga jika tidak ada kesepakatan,” kata Francesco Pesole dari ING, dalam catatan riset.The Times of London melaporkan bahwa kedua belah pihak telah membuat kemajuan terkait masalah 'level playing field' sehubungan dengan standar peraturan, meninggalkan hak penangkapan ikan sebagai hambatan terbesar untuk kesepakatan.