vesting.com - Dolar Amerika Serikat menguat tipis pada Senin (07/12) pagi setelah data pekerjaan AS yang mengecewakan meningkatkan ekspektasi langkah-langkah stimulus ekonomi baru, dan investor pound pun memantau perundingan perdagangan Brexit antara Inggris dan Uni Eropa (UE).Indeks Dolar AS naik tipis 0,03% di 90,718 menurut data Investing.com pukul 10.11 WIB. EUR/USD naik 0,13% di 1,2136 dan GBP/USD turun tipis 0,06% di 1,3428. USD/JPY turun 0,13% di 104,01.Sedangkan rupiah bergerak melemah 0,20% di 14.112,5 per dolar AS 10.13 WIB (USD/IDR).Data pekerjaan AS yang dirilis pada hari Jumat mengecewakan pasar. Gaji manufaktur meningkat sebesar 27.000 pada bulan November, lebih rendah dari perkiraan 43.000 yang disiapkan oleh Investing.com dan kenaikan bulan Oktober sebesar 33.000.Gaji pekerja nonpertanian tumbuh 245.000, jauh lebih rendah dari perkiraan 469.000 dan kenaikan Oktober 610.000. Itu juga merupakan kenaikan terkecil yang tercatat sejak bulan Mei. Tingkat pengangguran turun menjadi 6,7%, di bawah perkiraan 6,8% dan tingkat Oktober 6,9%.Data tersebut menunjukkan bahwa pemulihan pekerjaan kehilangan kecepatannya karena AS terus berjuang melawan gelombang ketiga kasus covid-19. Namun, investor berharap data yang mengecewakan itu akan menjadi katalis bagi Kongres AS untuk meloloskan langkah-langkah stimulus terbaru untuk membantu pemulihan ekonomi.“Ada reaksi terbatas terhadap angka ringan. Pasar lebih fokus pada prospek stimulus fiskal lanjutan,”  Barclays  (LON:LON:BARC) Capital, ahli strategi mata uang senior Shinichiro Kadota mengatakan kepada Reuters.Pembahasan langkah-langkah stimulus tampaknya mengumpulkan momentum pada hari Jumat, dengan sekelompok anggota parlemen bipartisan bekerja untuk menyempurnakan RUU senilai $908 miliar, yang diharap akan disahkan dalam seminggu. Kongres AS memiliki waktu hingga 11 Desember untuk mengesahkan langkah-langkah untuk menghindari penutupan pemerintah.Pergerakan poundsterling muncul dengan semua mata tertuju pada perundingan antara Inggris dan Uni Eropa menjelang tenggat waktu akhir tahun untuk mencapai kesepakatan.Perundingan selama akhir pekan terhenti mengenai masalah-masalah seperti hak penangkapan ikan di sekitar perairan Inggris, persaingan yang adil dan cara untuk menyelesaikan perselisihan di masa depan.Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyden akan berbicara via telepon hari ini, dengan harapan bahwa perbedaan atas masalah tersebut akan mengerucut hingga saat itu.Namun, beberapa investor tetap optimis.“Meskipun sulit untuk memprediksi bagaimana negosiasi akan berjalan, saya curiga sterling akan didukung dengan baik kecuali kita memiliki gangguan total dalam pembicaraan,” tambah Kadota dari Barclays.