vesting.com - Harga minyak turun pada Selasa (15/12) pagi lantaran harapan atas meningkatnya permintaan bahan bakar pun surut akibat tindakan pembatasan covid-19 yang kian diperketat bahkan ketika beberapa negara menyetujui dan akan memulai pendistribusian vaksin covid-19.Harga minyak Brent turun 0,54% di $50,04 per barel menurut data Investing.com dan harga minyak WTI turun 0,47% ke $46,77 per barel.Di AS, New York tampaknya akan memasuki tindakan pembatasan penuh kedua di tengah melonjaknya jumlah kasus covid-19. Ini terjadi bahkan ketika AS akan memulai pendistribusian dosis pertama BNT162b2, vaksin covid-19 yang dikembangkan bersama oleh  Pfizer  (NYSE:PFE) dan BioNTech SE (F:22UAy). Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS memberikan izin penggunaan darurat untuk BNT162b2 pada 11 Desember. Sedangkan, London dapat memperketat pembatasan covid-19 di Inggris mulai hari Rabu.Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, atau OPEC+, menambah kesuraman dengan memotong proyeksi permintaan minyaknya pada kuartal I tahun 2021. Kelompok tersebut membuat keputusan untuk membatasi kenaikan produksi hingga 500.000 barel per hari mulai tahun 2021 dan akan melaksanakan pertemuan komite pemantauan kementerian bersama, memantau kepatuhan di antara anggota, pada 16 Desember.Tanggal lain di kalender adalah 4 Januari, ketika OPEC+ akan bertemu untuk membahas apakah peningkatan pasokan bulanan dapat berlanjut. Sebuah laporan yang dikeluarkan pada hari Senin menunjukkan bahwa produksi dapat dipulihkan bertahap selama empat bulan ke depan tanpa memicu kelebihan pasokan di pasar.Berita vaksin positif, termasuk untuk BNT162b2, dan optimisme berikutnya membuat cairan hitam ini naik ke level tertinggi dalam sembilan bulan. Vaksin ini diharapkan dapat memulihkan permintaan energi global, bahkan ketika jumlah kasus covid-19 melonjak di berbagai negara di dunia.Investor sekarang menunggu data pasokan minyak mentah dari American Petroleum Institute, akan dirilis hari ini.