Rupiah makin beranjak turun terhadap dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan Selasa (24/11) petang. Meski rupiah kembali melemah, dolar AS semakin bergerak turun di tengah sentimen kejelasan transisi politik di Amerika Serikat.Rupiah ditutup turun 0,18% di 14.155,0 per dolar AS sampai pukul 14.59 WIB menurut data Investing.com. Dikutip dari Vibiznews Selasa (24/11), untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka stabil ke Rp 14.150, kemudian bergerak terkoreksi ke Rp14.190, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp 14.155.Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar beranjak turun di pasar uang Eropa setelah menguat 2 hari; ditekan naiknya risk currencies oleh berlanjutnya harapan vaksin dari AstroZeneca yang membuka jalan ke pemulihan sekalipun banyak berlaku restriksi ekonomi.Analis melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat kembali, dengan dollar di pasar Eropa menurun. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp 13.992 – Rp 14.303.Lebih lanjut indeks dolar terus melemah pada Selasa (24/11) petang dipicu kejelasan transisi politik AS dan respons pasar terhadap pencalonan Janet Yellen menjadi Menteri Keuangan AS memperkuat ekspektasi kebijakan fiskal ekspansif di bawah pemerintahan presiden terpilih AS Joe Biden.Indeks dolar AS makin turun 0,32% di 92,200 per pukul 16.58 WIB.Emily Murphy, kepala Badan Layanan Umum (GSA), Senin (23/11) mengakui Biden sebagai pemenang pemilihan presiden AS dan ia mengatakan Biden dapat memberikan perintah arahan dan pendanaan untuk memudahkan transisi pemerintahannya.Sementara itu, pasar aset risiko menyambut baik pencalonan mantan Ketua Fed AS Janet Yellen menjadi Menteri Keuangan AS dalam pemerintahan baru Joe Biden.Sedangkan dilansir Express.co.uk Selasa (24/11), euro menguat tipis terhadap poundsterling pada Selasa (24/11) petang dimana perundingan perdagangan Brexit menjadi salah satu fokus utama trader dalam beberapa pekan terakhir.EUR/GBP naik tipis 0,06% ke 0,8891 menurut data Investing.com pukul 17.04 WIB.